rencana asuhan keperawatan pada pasien jiwa dengan diagnosa keperawatan isolasi sosial

Senin, 10 Januari 2011

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
KLIEN DENGAN ISOLASI SOSIAL

Nama Klien : Tn. S (L) DX Medis : Skizofrenia heberfrenik
Tgl No Dx Dx. Keperawatan Perencanaan
Tujuan Kriteria Hasil Intervensi
2 Isolasi sosial TUM : Klien dapat berinteraksi dengan orang lain
TUK:
1. Klien dapat membina hubungan saling percaya


• Setelah 2-3 kali interaksi klien menunjukan tanda-tanda percaya kepada/terhadap perawat :
• Wajah cerah,tersenyum
• Mau berkenalan
• Ada kontak mata
• Bersedia menceritakan perasaan
• Bersedia mengungkapkan masalahnya



.1. Bina hubungan saling percaya dengan :
 Beri salam setiap berinteraksi
 Perkenalkan nama,nama panggialan peraqwat dan tujuan perawat berkenalan
 Tanyakan dan panggil nama kesukaan klien
 Tunjukan sikap jujur dan menepati janji setiap kali berinteraksi
 Tanyakan perasaan klien dan masalha yang dihadapi klien
 Buat kontrak interaksi yang jelas
 Dengarkan dengan penuh perhatian ekspresi perasaan klien
• Klien mampu menyebutkan penyebab menarik diri 2.setelah 2-3 kali interaksi dengan klien dapat menyebutkan minimal satu penyebab menarik diri dari :
• Diri sendiri
• Orang lain
• lingkungan .1. tanyakan pada klien tentang :
 orang yang tinggal serumah / teman sekamar klien
 orang yang paling dekat dengan klien dirumah/ diruang perawat
 apa yang membuat klien dekat orang tersebut
 orang yang tidak dekat dengan klien dirumah atau diruang perawat
 apa yang membuat klien tidak dekat orang tersebut
 upaya yang sudah dilakukan agar dekat dengan orang lain
.2. diskusikan dengan klien penyebab menarik dri atau tidak mau bergaul dengan orang lain
.3. beri pujian terhadap kemampuan klien mengungkapkan perasaanya
• klien mampu menyebutkan keuntungan berhubungan sosial dan kerugian menarik diri 3.setelah 2-3 kali interaksi dengan klien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan sosial,misalnya :
• banyak teman
• tidak kesepian
• bisa diskusi
• saling menolong
dan kerugian menarik diri,misalnya:
• sendiri
• kesepian
• tidak bisa diskusi 3.1.tanyakan kepada klien tentang:
 manfaat hubungan sosial
 kerugian menarik diri
3.2. diskusikan bersama klien tentang manfaat berhubunagn sosial dan kerugian menarik diri
3.3. beri pujian terhadap kemampuan klien mngungkapkan perasaannya.
4. klien dapat melaksanakan hubungan sosial secarabertahap 4. setelah 2-3 kali interaksi dengan klien dapat melaksanakan hubungan sosial secara bertahap dengan :
• perawat
• perawat lain
• klien lain
• kelompok 4.1. observasi prilaku klien saat berhubungan sosial
4.2. beri motivasi klien dan bantuan untuk berkanalan /berkomunikasi dengan:
 perawat lain
 klien lain
 kelompok
4.3. libatkan klien dalam terapi aktivitas kelompok sosialisasi
4.4. diskusikan jadwal aharian yang adapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan klien bersosialisasi
4.5. beri motivasi klien untuk melakuakn kegiatan sesuai jadwal yang telah dibuat
4.6. beri pujian terhadap kemampuan klien memperluas pergaulanya melakuakan aktiviatas yang dilaksanakan
5. klien mampu menjelaskan perasaannya setelah berhubungan sosial 5. setelah 2-3 kali interaksi klien dapat menjelaskan perasaanya setelah berhubungan sosial dengan:
• orang lain
• kelompok 5.1. diskusikan dengan klien tentang perasaanya setelah berhubungan sosial dengan:
• orang lain
• kelompok
5.2. beri pujian terhadap kemampuan klien mengungkapkan perasaanya
6. klien mendapat dukungan keluarga dalam memperluas hubungan sosial 6.1. setelah 1-2 kali pertemuan keluarga dapat menjelaskan tentang:
• pengertian menarik diri
• tanda dan gejala menarik diri
• penyebab dan akibat menarik diri
• cara merawat kien menarik diri








6.2. setelah 1-2 kali pertemuan keluarga dapat memperaktekan cara merawat klien menarik diri 6.1.1. diskusikan pentingnya peran serta keluarga sebagai pendukung untuk mengatasi prilaku menarik diri
6.1.2.diskusikan potensi keluarga untuk membantu klien mengatasi prilaku menarik diri
6.1.3. jelaskan kepada keluarga tentang :
• pengertian menarik diri
• tanda dan gejala menarik diri
• penyebab dan akibat menarik diri
• cara merawta klien menarik diri
6.2.1. latih keluarga cara merawat klien menarik diri
6.2.2. tanyakan kepada keluarga perasaan setelah mencoba yang telah dilatihkan
6.2.3. beri motivasi keluarga agar membantu klien untuk bersosialisasi
6.2.4. beri pujian kepada keluarga atas keterlibatanya merawat klien dirumah sakit
7. klien dapat memanfaatkan obat dengan baik 7.1 setelah 2-3 kali interaksi dengan klien menyebutkan:
• manfaat minum obat
• kerugian tidak minum obat
• nam,warna,dosis,efek terapi dan efek samping obat

7.2 setelah 2-3 kali interaksi klien mendemonstrasikan penggunaan obat dengan benar
7.3. setelah 2-3 kali interaksi klien menyebutkan akibat berhenti minum obat tanpa konsultasi dokter 7.1.1.diskusikan dengan klien tentang manfaat dan kerugiantidak minum obat,nam,warna,dosis,cara,efek terapi dan efek samping penggunaan obat
7.1.2. pantau klien saat penggunaan obat
7.2.beri pujian jika klien mengguanakan obat dengan benar
7.3.1.diskusikan akibat berhenti minum obat tanpa konsultasi dengan dokter
7.3.2 anjurkan klien untuk konsultasi kepada dokter/perawat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan





RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
KLIEN DENGAN GANGGUAN KONSEP DIRI :HARGA DIRI RENDAH

Nama : Tn. S (L) Dx Medis : Skizofrenia Heberfrenik
Tgl No Dx Dx keperawatan Perencanaan
Tujuan Kriteria Evaluasi Interfensi
1 Gangguan konsep diri: Harga diri rendah TUM : klien memiliki konsep diri yang positif

TUK :
1. klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat



1. setelah 2-3 kali interaksi klien menunjukan ekspresi wajah bersahabat,menunjukan rasa senang,ada kontak mata,mau berjabat tangan,mau menyebutkan nama,mau menjawab salam,klien mau duduk berdampingan dengan perawat,mau mengutarakan masalah yang dihadapi



1. Bina hubungan saling percaya denga mengguanakan prinsip komunikasi teurapetik:
 Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal
 Perkenalkan diri dengan sopan
 Tanyakan nama lengkap panggilan yang disukai
 Jelaskan tujuan pertemuan
 Jujur dan menepati janji
 Tunjukan sikap empati dan menerima klien apa adanya
 Beri perhatian dan perhatikan kebutuhan dasar klien
2. klien dapat mengidentifikasi aspek positif dan kemampuan yang dimiliki 2. setelah 2-3 kali interaksi klien dapat menyebutkan:
• aspek positif dan kemampuan yang dimiliki klien
• aspek positif keluarga
• aspek positif lingkungan klien 2.1.1.diskusikan dengan klien tentang:
 aspek positif yang dimiliki klien
 kemampuan yang dimiliki klien
2.1.2.bersama klien buat daftar tentang:
 aspek positif klien,keluarga,lingkungan
 kemampuan yang dimiliki klien
2.1.3.beri pujian yang realistis,hindarkan pemberian penilaian yang negatif
3. klien dapat menilai kemmapuan yang dimiliki untuk dilaksanakan 3.setelah 2-3 kali interaksi klien menyebutkan kemampuan yang dapat dilaksanakan 3.1.1.diskusikan dengan klien kemampuan yang dapat dilaksanakan
3.1.2.diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan pelaksanaanya
4. klien dapat merencanakan kegiatan sesuia dengan kemampuan yang dimiliki 4.setelah 2-3 kali interaksi klien membuat rencana kegiatan harian 4.1.1.rencanakan bersama klien aktifitas yang dapat dilakukan setiap hari sesui kemampuan klien:
 kegiatan mandiri
 kegiatan dengan bantuan
4.1.2.tingkatkan kegiatan sesuai kondisi klien
4.1.3.beri contoh car pelaksanaan kegiatan yang dapat klien lakuakan
5. klien dapat melakuakan kegiatan sesuai rencana yang dibuat 5.setelah 2-3 kali interaksi klien melakuakn kegiatan sesuia jadwal yang dibuat 5.1.1. anjurkan klien untuk melaksanakan kegiatan yang telah dirancanakan.
5.1.2.pantau kegiatan yang dilaksanakan klien
5.1.3.beri pujian atas usaha yang dilakukan klien
5.1.4.diskusikan kemungkinan pelaksanaan kegiatan setelah pulang
6. klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada 6.Setelah 2-3 kali interaksi klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada keluarga 6.1.1.beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien dengan harga diri rendah
6.1.2.bantu keluarga memberikan dukugan selama klien dirawat
6.1.3.bantu keluarga menyiapkan lingkungan dirumah









RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
KLIEN DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI

Nama : Tn. S (L) DX Medis : Skizofrenia heberfrenik

Tgl No. Dx Diagnosa
Keperawatan Perencanaan
Tujuan Kriteria Hasil Intervensi
3. Defisit perawatan diri: personal hygiene

TUM: klien dapat mandiri dalam perawatan diri

TUK:
1. Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat





1. Dalam 2-3 kali interaksi klien menunjukkan tnada-tanda percaya kepada perawat:
• Wajah cerah, tersenyum
• Mau berkenalan
• Ada kontak mata
• Menerima kehadiran perawat
• Bersedia menceritakan perasaannya





1. Bina hubungan saling percaya:
 Beri salam setiap berinteraksi
 Perkenalkan nama, nama panggilan perawat dan tujuan perawat berkenalan
 Tanyakan nama dan panggilan kesukaan klien
 Tunjukkan sikap jujur dan menepati janji setiap kali berinteraksi
 Tanyakan perasaan dan masalah yang dihadapi klien
 Buat kontrak interaksi yang jelas
 Dengarkan ungkapan perasaan klien dengan empati
 Penuhi kebutuhan dasar klien
2. Klien mengetahui pentingnya perawatan diri
2. Dalam 2-3 kali interaksi klien menyebutkan:
• Penyebab tidak merawat diri
• Manfaat menjaga perawatan diri
• Tanda-tanda bersih dan rapi
• Gangguan yang dialami jika perawatan diri tidak diperhatikan
2. Diskusikan dengan klien:
 Penyebab klien tidak merawat diri
 Manfaat menjaga perawatan diri untuk keadaan fisik, mental, dan sosial
 Tanda-tanda perawatan diri yang baik
 Penyakit atau gangguan kesehatan yang bisa dialami oleh klien bila perawatan diri tidak adekuat
3. Klien mengetahui cara-cara melakukan perawatan diri
3.1.Dalam 2-3 kali interaksi klien menyebutkan frekuensi menjaga perawatan diri:
• Frekuensi mandi
• Frekuensi gosok gigi
• Frekuensi keramas
• Frekuensi gunting kuku
3.2.Dalam2-3 kali interaksi klien menjelaskan cara menjaga perawatan diri:
• Cara mandi
• Cara gosok gigi
• Cara keramas
• Cara gunting kuku 3.1.Diskusikan frekuensi menjaga perawatan diri selama ini:
 Mandi
 Gosok gigi
 Keramas
 Gunting kuku

3.2.Diskusikan cara praktik perawatan diri yang baik dan benar:
 Mandi
 Gosok gigi
 Keramas
 Gunting kuku


3.3.Berikan pujian untuk setiap respon klien yang positif
4. Klien dapat melaksanaakan perawatan diri dengan bantuan perawat
4. Dalam 2-3 kali interaksi klien mempraktikkan perawatan diri dengan dibantu oleh perawat:
• Mandi
• Gosok gigi
• Keramas
• Gunting kuku 4.1.Bantu klien saat perawatan diri:
 Mandi
 Gosok gigi
 Keramas
 Gunting kuku
4.2.Beri pujian setelah klien selesai melaksanakan perawatan diri
5. Klien dapat melaksanakan perawatan diri secara mandiri
5. Dalam 2-3 kali interaksi klien melaksanakan praktik perawatan diri secara mandiri
• Mandi 2x sehari
• Gosok gigi sehabis makan
• Keramas 2x seminggu
• Gunting kuku setelah mulai panjang
5.1.Pantau klien dalam melaksanakan perawatan diri:
 Mandi
 Gosok gigi
 Keramas
 Gunting kuku
5.2.Beri pujian saat klien melaksanakan perawatan diri secara mandiri
6. Klien mendapatkan dukungan keluarga untuk meningkatkan perawatan diri
6.1.Dalam 2-3 kali interaksi keluarga menjelaskan cara-cara membantu klien dalam memenuhi kebutuhan perawatan dirinya






6.2.Dalam 2-3 kali interaksi keluarga menyiapkan sarana perawatan diri klien: sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi, shampoo, handuk.
6.3.Keluarga mempraktikkan perawatan diri pada klien
6.1.Diskusikan dengan keluarga:
 Penyebab klien tidak melaksanakan perawatan diri
 Tindakan yang telah dilakukan klien selama di rumah sakit dalam menjaga perawatan diri dan kemajuan yang telah dialami oleh klien
 Dukungan yang bisa diberikan oleh keluarga untuk meningkatkan kemampuan klien dalam perawatan diri
6.2 Diskusikan dengan keluarga tentang:
 Sarana yang diperlukan untuk menjaga perawatan diri klien
 Anjurkan kepada keluarga menyiapkan sarana tersebut
6.3.Diskusikan dengan keluarga hal-hal yang perlu dilakukan keluarga dalam perawatan diri:
 Anjurkan keluarga untuk mempraktikkan perawatan diri (mandi, gosok gigi, keramas, dan gunting kuku)
 Ingatkan klien waktu mandi, gosok gigi, keramas, dan gunting kuku.
 Bantu jika klien mengalami hambatan dalam perawatan diri
 Berikan pujian atas keberhasilan klien


















RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
KLIEN DENGAN RESIKO BUNUH DIRI

Nama : Tn. S (L) Dx Medis : Skizofrenia Heberfrenik
No Nanda Noc Nic
1 Resiko bunuh diri
Do:
• klien mengamuk dans ering membenturkan kepala,mencoba bunuh diri dengan menyetrum tubuhnya
• gangguan psikiatrik(Skizofrenia)
• klien tidak mau berhubungan dengan orang lain

Ds:
• klien mengatakan istri klien minta cerai
• klien mengatakan bahwa anak dan nenek klien meninggal
• klien merasa nyaman dengan lingkungan yang sepi 1. kontrol resiko
• memberi tahu klien mengenai penegtahuan faktor resiko
• memilih strategis kontrol resiko
• gunankan suport sistem untuk kontrol resiko
2. tingkat stres
• periksa tanda-tanda vital
• kendalikan emosi 1. menejemen mood
• mengevaluasi mood
• memonitor kemampuan perawatan diri
• memonitor fungsi cognitif
2. terapi kelompok
• pilih anggota kelompok yang akan berpartisipasi mengikuti aktivitas dan merespon terhadap masalh
• bertemu 1-2 jam disetiap pertemuan

0 komentar:

Poskan Komentar

nurse yassy

web counter